Saturday, October 9, 2010

BENCANA BANJIR BANDANG
Malam Ini, 4 Menteri Berangkat ke Wasior
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Jumat, 8 Oktober 2010 | 19:41 WIB
AP
Warga berkumpul di bekas banjir bandang di Wasior, Papua Barat, Selasa (5/10/2010). Banjjir bandang menyebabkan korban jiwa mencapai 56 orang dan merusak puluhan rumah warga.
JAKARTA, KOMPAS.com — Empat menteri akan berangkat menuju lokasi banjir bandang di Wasior, Papua, Jumat (8/10/2010) malam. Staf khusus Menko Kesra, Leo Nababan, mengatakan, empat menteri yang akan meninjau lokasi adalah Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi.
"Malam ini Menko Kesra, Mensos, Menkes, dan Menhub berangkat ke sana pukul 22.00," kata Leo kepada Kompas.com, malam ini.
Ia mengatakan, keberangkatan empat menteri yang baru dilakukan pada hari keempat bencana bukan karena terlambat. "Kondisi di Wasior, lapangan terbangnya baru bisa dilandasi siang ini. Kemarin selama beberapa hari dipenuhi lumpur dan kayu-kayu. Nah, selama dua hari ini dibersihkan. Begitu bisa dilandasi, langsung berangkat," ungkapnya.

Leo membantah keras anggapan bahwa pemerintah pusat lamban dan tak peduli dengan penanganan bencana di Wasior. Dia mengatakan, pada hari pertama bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Ma'arif telah berada di lokasi.
"Hari pertama, BNPB langsung membagikan makanan dan selimut melalui udara dan laut. Tapi, persepsi masyarakat itu kalau BNPB itu bukan pemerintah. BNPB itulah pemerintah," kata Leo.
Source: http://regional.kompas.com/read/2010/10/08/19415467/Malam.Ini..4.Menteri.Berangkat.ke.Wasior

1 comment:

  1. Para Menteri yang terhormat, ingat masyarakat di Wasior sedang menderita akibat kekurangan makanan, air bersih dan pakaian serta tempat tinggal. Jadi, harap Wasior tidak menjadi tempat dimana bantuan2 yang diberikan disalahgunakan lagi seperti pada sebagian besar daerah lain di Indonesia, yang sudah mengalaminya terlebih dahulu.

    ReplyDelete